Ranah Research : Journal of multidicsiplinary research and development

Terbitkan hasil penelitian kamu bersama kami, jurnal ranah research sudah terindeks dan konsisten dalam mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa, guru, serta dosen-dosen se Indonesia. Dengan sistem Fast Review, artikel yang kamu kirimkan akan segera diterbitkan. Tunggu apalagi Submit Sekarang !!!

Submit Sekarang

10+ Judul Skripsi Sosial Lengkap dengan Metode Penelitian

0

10+ judul skripsi sosial ini lengkap dengan metode yang digunakannya. Sebelum memulai menulis skripsi pastinya referensi untuk judul skripsi apa yang mau dibuat beserta dengan metode apa yang akan digunakan sangat perlu dipahami, pada artikel ini akan diberikan referensi judul skripsi, 10+ judul skripsi sosial ini lengkap dengan metode yang digunakan dan artikel full juga tersedia. silahkan dibaca dan semoga dapat membantu teman-teman yang sedang mencari referensi judul skripsi

10+ judul Skripsi Sosial Lengkap dengan Metode Penelitiannya

1. Meningkatkan Motorik Halus Melalui Lego Dasar bagi Anak Tunagrahita

Metode Penelitian yang digunakan :

Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen Single Subject Research(SSR). Untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh dari suatu perlakukan yang diberikan kepada subjek yang dilakukan secara berulang-ulang, maka penelitian menggunakan desain A-B-A yang memiliki kelebihan diantaranya adanya penguatan bukti bahwa perlakuan yang diberikan kepada target menimbulkan perubahan ke yang lebih baik. Desain baseline akan diulang sebanyak dua kali.

Pada desain ini akan menunjukkan hubungan sebab akibat anatara variabel X dan variabel Y (Sunanto, Takeuchi, & Nakata, 2006).Kondisi baseline yaitu kondisi dimana pengukuran perilaku sasaran dilakukan dalam keadaan apa adanya sebelu diberikan intervensi kemudian kondisi intervensi yaitu kondisi suatu intervensi telah diberikan dan perilaku diukur dibawah kondisi tersebut (Sunanto, 2005).

Kondisi baseline (A1) adalah motorik halus anak sebelum diberikan perlakuan atau intervensi dengan menggunakan lego, setelah data stabil dilanjutkan kepada intervensi (B) dengan memberikan perlakukan menggunakan lego, setelah data stabil dilanjutkan kepada baseline (A2).

Pada kondisi baseline (A2) melihat kemampuan motorik halus anak setelah tidak diberikan lagi perlakukan/intervensi dengan menggunakan lego. Variabel merupakan istilah dasar didalam penelitian eksperimen termasuk juga penelitian subjek tunggal (Sunanto, 2005). Penelitian ini ada dua variabel yang pertama variabel bebas dan yang kedua variabel terikat, yang menjadi variabel terikat adalah motorik halus sedangkan variabel bebasnya lego.

Penelitian SSR merupakan penelitian dengan subjek tunggal dan prosedur penelitian menggunakan desain eksperimen untuk melihat pengaruh dari perlakuan terhadap tingkah laku, pertama analisis dalam kondisi, analisis dalam kondisi merupakan perubahan yang terjadi dalam satu kondisi.

Analisis dalam penelitian ini adalah data grafik masing-masing kondisi, dengan langkah-langkah sebagai berikut yaitu, menentukan panjang kondisi, menentukan estimasi kecendrungan arah, menentukan kecendrungan kestabilan, menentukan jejak data, menentukan level perubahan.

Kedua, analisis antar kondisi, (Sunanto, 2005) analisis antar kondisi merupakan data yang stabil harus mendahului kondisi yang akan dianalis, jika data tidak stabil maka akan mengalami kesulitan untuk mengintrepetasi. Ada beberapa komonen dalam analisis antar kondisi yaitu menentukan banyak variabel yang berubah, menemukan perubahan kecendrungan arah, menemukan perubahan kecendrungan stabilitas, menentukan level perubahan, menentukan persentase overlap data pada kondisi baseline dan intervensi.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes perbuatan. Tes perbuatan digunakan untuk melihat kemampuan motorik halus anak. Kemudian hasil dari penelitian dimasukkan kedalam format pengumpulan data dengan teknik pengumpulan data dan persentase.

Format pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian pada kedua kondisi baseline dan intervensi. Alat ukur yang digunakan persentase yang menunjukkan jumlah terjadinya suatu perilakudibanding dengan keseluruhan kemungkinan terjadinya suatu perilakutersebut dikalikan 100 %.

2. Implementasi Perda No.3 Tahun 2015 Tentang Pemenuhan Dan Perlindungan Hak-Hak Penyandang Disabilitas Di Kota Padang

Metode Penelitian yang digunakan :

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yaitu jenis penelitian yang mencoba menggambarkan, menuturkan, menafsirkan suatu fenomena yang terjadi pada masa sekarang.

Menurut Bogan danTaylor penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati(Moleong, 2006).Lokasi penelitian di Kota Padang, Sumatera Barat.

Informan penelitian ditentukan dengan teknik Purposive Sampling, yaitu menentukan informan dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal (Sugiyono. 2012).

Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik dan alat pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu membandingkan dan mengecek ulang suatu informasi yang diperoleh. Dan Analisis data dengan melakukan pengumpulan data,reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

3. Implementasi Perda Kota Padang No.3 Tahun 2015 Dalam Pengurangan Resiko Bencana Bagi Penyandang Disabilitas Di Kota Padang

Metode Penelitian yang digunakan :

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif metode deskriptif. Pemilihan informan adalah dengan menggunakan purposive sampling, adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah: yaitu kepala dinas BPBD Kota Padang, Dinas sosial, Kepala seksi rehabilitas sosial penyandang disabilitas, Kabid Pencegahan Bencana dan penyandang disabilitas, dan kelompok disabilitas.

Jenis sumber penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data terkumpul menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

4. Efektivitas Kepemimpinan Tungku Tigo Sajarangan Dalam Pembangunan Nagari di Kenagarian Lingkuang Aua

Metode Penelitian yang digunakan:

Jenis penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Nagari Linguang AuaKecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan cara purposive sampling. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dandata skunder.

Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

5. Efektiftitas Kebijakan Gambar Bahaya Merokok Dalam Mengurangi Perokok di Kalangan Nelayan Kelurahan Pasie Nan Tigo

Metode Penelitian yang digunakan :

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yaitu jenis penelitian yang mencoba menggambarkan, menuturkan, menafsirkan suatu fenomena yang terjadi pada masa sekarang.

Menurut Bogan dan Taylor dalam Lexy J. Moleong (2006:4) penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data yaitu dengan Wawancara, Observasi dan Studi Dokumentasi. Uji Keabsahan Data memakai Teknik Triangulasi Sumber. Selanjutnya Teknik Analisis Data dilakukan dengan langkah-langkah Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data,Penarikan Kesimpulan.

6. Kontribusi Pajak Air Tanah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Padang

Metode Penelitian yang digunakan :

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif metode deskriptif. Pemilihan informan adalah dengan menggunakan purposive sampling, adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah: yaitu Kepala Dinas Badan Pendapatan Daerah Kota Padang, Kabid Pendataan dan Penetapan, Kabid Penagihan dan Pemeriksaan, Staf Bapenda, dan Wajib Pajak Air Tanah.

Jenis sumber penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data terkumpul menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

7. Pengaruh Remunerasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Satu Kota Padang

Metode Penelitian yang digunakan:

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada para pegawai pajak pratama padang satu menggunakan penyusunan skala likert.

Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi sederhana dan analisis regresi berganda. Yang mana analisis korelasi sederhana digunakan untuk melihat variabel bebas dan variabel terikat secara sendiri-sendiri sedngkan analisis berganda adalah untuk menentukan korelasi antara satu variabel terikat dengan kombinasi dari dua atau lebih variabel bebas. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai kantor pelayanan pajak pratama padang satu 110 orang.

Sedangkan jumlah sampel 52 orang. Menurut Suharsimi Arikunto, apabila subjeknya kurang dari 100 maka lebih baik ambil semuanya. Selanjutnya jika subjeknya lebih besar, dapat diambil antara 10% sampai dengan 15% atau 20% sampai dengan 25% atau lebih. Selain itu, untuk menentukan besaran sampel juga dapat digunakan rumus Slovin. Pada penelitian ini digunakan rumus Slovin sebagai berikut:

Judul Skripsi Sosial Lengkap dengan Metode Penelitian

8. Efektivitas Kinerja BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang Dalam Proses Monitoring Dan Warning Terhadap Resiko Bencana Di Kota Padang

Metode Penelitian yang digunakan:

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik menentukan informan dalam penelitian ini yaitu dengan Purposive Sampling. Data ini penulis kumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data dengan Triangulasi Sumber. Kemudian teknik analisis data nya penulis menggunakan reduksi data, penyajian data danverifikasi data.

9. Strategi Pemanfaatan Ruang Kawasan Sempadan Pantai Padang Untuk Fungsi Mitigasi Bencana Tsunami oleh BPBD Kota Padang

Metode Penelitian yang digunakan:

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif metode deskriptif. Pemilihan informan adalah dengan menggunakan purposive sampling, adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah: yaitu kepala sub bagian umum dan kepegawaian BPBD Kota Padang, kabid encegahan dan kesiapsiagaan BPBD kota padang, kepada seksi pencegahan BPBD Kota Padang, staf pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kota Padang, bidang fisik BAPPEDA Kota Padang, kasi usaha dan industri pariwisata Dinas Pariwisata, NGO kogami.

Jenis sumber penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data terkumpul menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, adapun analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaknireduksi data, penyajian data, sertapenarikan kesimpulan.

10. Upaya Keluarga Dalam Melatih Bicara Anak Tunarungu Di Lubuk Begalung Padang

Metode Penelitian yang digunakan:

Dalam penelitian ini jenis penelitian yang yang digunakan adalah deskriptif kualitatif bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan informasi mengenai pola asuh keluarga dalam melatih bicara anak tunarungu.Berdasarkanmasalah yang diteliti, jenis yang digunakan adalah studi kasus.

Penelitian yang dilaksanankan peneliti pada kesempatan ini untuk mengetahui hal sebenarnya tentang cara keluarga penyandang tunarungu Z dalam melatih bicara Z, hingga Z dapat berbicara seperti saat sekarang ini.Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah keluarga penyandang tunarungu Z.

Keluarga penyandangtunarunguZdi sini akan menjadi sumber informasi penelitiantentang bagaimana upaya dalam melatih bicara anak tunarungu.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi.Peneliti sudah memulai menganalisis data pada kualitatif sejak pengumpulan data dimulai.

Analisis data yang penelitilakukan selama penelitian menggunakan analisis data Miles and Huberman (Sugiyono, 2014a) yaitu sebagai berikut :

  1. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kepada keluarga penyandang tunarungu Z.
  2. Setelah data terkumpul, peneliti mereduksi data itu. Data yang telah di dapat dan dikumpulkan selanjutnya dipilah sesuai dengan kebutuhan penelitian. Mencatat hasil penelitian kedalam bentuk tulisan yang semula berupa rekaman suara maupun video yang telah diperoleh melalui wawancara dan observasi tentang cara keluarga melatih bicara anak tunarungu. Data yang telah didapat dibaca secara berulang-ulang untuk memastikan kebenarannya.
  3. Menganalisis data yang diperoleh. Data yang telah dikumpulkan tentang bagaimana cara keluarga dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, kendala apa yang didapatkan dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, dan bagaimana cara mengatasi kendala dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, yang mana telah terlebih dahulu diseleksi, disederhanakan, dan diorganisasikan secara sistematis dan rasional.
  4. Memberikan interpretasi terhadap data yang telah didapat. Memaknai data yang telah diperoleh dari analisis tentang bagaimanacara keluarga dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, kendala apa yang didapatkan dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, dan bagaimana cara mengatasi kendala dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara.
  5. Menarik kesimpulan adalah menganalisis dari sajian data yang telah terorganisasi dalam bentuk pertanyaan, kalimat atau format yang singkat dan padat yang mengandung pengertian yang luas tentang tentangcara keluarga dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, kendala apa yang didapatkan dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, dan bagaimana cara mengatasi kendala dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara.Dalam penelitian ini peneliti perlu melakukan uji validitas atau keabsahan data yang berguna untuk membenarkan hasil temuan dilapangan dengan pelaporan hasil penelitian.

Sebuah data dapat dikatakan valid dalam penelitian kualitatif apabila data yang dilaporkan oleh peneliti tidak berbeda dengan data sebenarnya dilapangan.

Teknik keabsahan data yang digunakan oleh peneliti dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Perpanjangan Pengamatan

Perpanjangan waktu merupakan kembalinya peneliti ke lapangan untuk melakukan pengamatan berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan sebelumnya.

Perpanjangan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti yaitu melakukan pengamatan terhadap subjek yang bersangkutan mengenai hasil wawancara selanjutnya dikaitkan dengan data yang sebenarnya terjadi.

Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah informasi dari wawancara yang didapat dari informan sesuai dengan yang terjadi dilapangan.Perpanjangan pengamatan penelitilakukan setelah melakukan wawancara dengan subjek penelitian pada hari berikutnya.

Peneliti melakukan perpanjangan pengamatan sampai data yang dibutuhkan sudah sesuai atau cocok dengan data hasil wawancara (Sugiyono, 2014). Dalam penelitian kualitatif, instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri.Keikutsertaan peneliti itu sendiri sangat menentukan dalam pengumpulan data.Keikutsertaan ini memerlukan perpanjangan keikutsertaan peneliti pada latar penelitian.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan derajat kepercayaan atau ketidakbenaran informasi yang berkaitan dengancara keluarga dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, kendala apa yang didapatkan dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, dan bagaimana cara mengatasi kendala dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara.

  1. Meningkatkan ketekunan

Dengan meningkatkan ketekunan, peneliti dapat mengecek kembali tentang kebenaran data yang ditemukan (Sugiyono, 2014). Sehingga, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.

Dengan demikian didapatlah informasi yang mendalam dan yang sebenarnya tentang cara keluarga dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, kendala apa yang didapatkan dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara, dan bagaimana cara mengatasi kendala dalam melatih penyandang tunarungu Z berbicara.

  1. Triangulasi

Triangulasi dalam pengujian keabsahan data yang diperoleh yaitu pemeriksaan data yang diperoleh dari berbagai sumber, cara dan waktu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembandingdata itu.(Sugiyono, 2014).

Tujuan dari triangulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan. Dengan demikian triangulasi yang dimaksud yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan atau keabsahan data yang diperoleh dengan berbagai teknik pengumpulan data yang telah digunakan melalui berbagai sumber, cara dan waktu.

Teknik yang dipakai melalui sumber yaitu membandingkan derajat kepercayaan dari hasil yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan keluarga penyandang tunarungu Z, serta data hasil dokumentasi, agar diperoleh kebenarannya.

  • Triangulasi sumber

Peneliti melakukan pengecekan data kembali yang telah di dapat dari berbagai sumber. Pengecekkan data kembali yang penelitilakukan dengan cara membandingkan data hasil wawancara subjek penelitian. Data yang di bandingkan adalah data yang di dapat dari hasil wawancara dengan anggota keluarga penyandang tunarungu Z.

  • Triangulasi teknik

Dalam pengumpulan informasi, peneliti melakukan beberapa cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam melakukan triangulasi teknik ini, peneliti akan membandingkan setiap hasil dari tiga cara pengumpulan data tersebut.

  • Triangulasi waktu

Pengumpulan data dari informan dilakukan pada waktu yang berbeda-beda. Dari waktu yang berbeda-beda tersebut maka peneliti akan membandingkan hasil temuannya. Hasil temuan tersebut selanjutnya di cek dengan wawancara, observasi dan teknik lainnya. Dari pengecekkan tersebut, peneliti akan mengetahui kesahan atau hal-hal yang baru (Sugiyono, 2014).

Kesimpulan

10 Judul skripsi sosial di atas yang sudah lengkap dengan metode penelitian yang digunakan dikutip (bersumber) dari Jurnal Ranah Research : Journal Of Multidicsiplinary Research and Development. yang telah di publikasikan pada Februari 2020 dalam Volume 2 Nomor 2. Terimakasih sudah membaca, jangan lupa share agar teman-teman kamu juga dapat inspirasi serta referensi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.