PERSEPSI TENTANG INDEKS KEPUASAN SISWA TERHADAP PENGUNAAN TRAINER MCS 51

Main Article Content

Ravica Chandra
Hanesman

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas XI Teknik Audio Video SMK Negeri 1 Tanjung Raya pada mata pelajaran Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Sebesar 39,39% siswa mendapatkan nilai dibawah KKM yang sudah ditentukan sekolah yaitu 71. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persepsi tentang indeks kepuasan siswa terhadap pengunaan Trainer MCS 51 pada mata pelajaran Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler kelas XI Teknik Audio Video di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 33 orang siswa kelas XI Teknik Audio Video di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Metode pengambilan data yang digunakan adalah dengan dua cara yaitu dengan dokumentasi dan penyebaran angket/kuesioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan bantuan aplikasi SPSS (Statistic Product Service Station) versi 24.0. Setelah dilakukan analisis didapatkan skor persepsi tentang indeks kepuasan siswa sebesar 0.65 dikategorikan Cukup Puas, besar hubungan pengunaan Trainer MCS 51 terhadap kepuasan siswa sebesar 0.814, dibuktikan dengan nilai r hitung > r tabel dan nilai r tabel 0.2913. Besar pengaruh pengunaan Trainer MCS 51 terhadap kepuasan siswa sebesar 7.8023, dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel dan nilai r tabel 1.69552. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi tentang indeks kepuasan siswa terhadap pengunaan Trainer MCS 51 pada mata pelajaran Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler kelas XI Teknik Audio Video di SMK Negeri 1 Tanjung dikategorikan Cukup Puas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Chandra, R. and Hanesman (2019) “PERSEPSI TENTANG INDEKS KEPUASAN SISWA TERHADAP PENGUNAAN TRAINER MCS 51”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 2(1), pp. 131 - 138. doi: 10.34004/rrj.v2i1.203.
Section
Education